Gambar kursus Pengayaan Kompetensi Apoteker
Angkatan 2

Mata Kuliah Pengayaan Kompetensi merupakan mata kuliah yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapai Ujian Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (Ukomnas PDPA) yang diselenggarakan oleh  Kolegium Farmasi Indonesia (KFI) yang terdiri dari ujian pengetahuan melalui Computer Based Test (CBT) maupun ujian keterampilan melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE).  Kajian materi pada mata kuliah ini meliputi mentoring dan skill lab bidang Pharmaceutical Sciences (PS), Social, Behavior, Administration dan Clinical Sciences (SBA), dan Biomedical Science-Clinical Science (BS-CS) serta CBT dan OSCE  internal untuk mengukur kemampuan dan progres persiapan mahasiswa menghadapi Ukomnas PDPA.

Gambar kursus TRY OUT CBT UKOM PDPA
Angkatan 2

Try Out (TO) CBT UKOM PDPA merupakan kegiatan latihan berbasis Computer Based Test (CBT) yang diselenggarakan sebagai sarana persiapan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker dalam menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker (UKOM PDPA). Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan mahasiswa dengan format, sistem, dan tingkat kesulitan soal yang serupa dengan ujian kompetensi sesungguhnya, sekaligus mengukur tingkat kesiapan akademik dan kemampuan penalaran klinis mahasiswa.

Gambar kursus MK Promosi Kesehatan dalam Praktik Kefarmasian
Angkatan 2

Mata kuliah Promosi Kesehatan dalam Praktik Kefarmasian membahas konsep, prinsip, dan strategi promosi kesehatan dalam ruang lingkup praktik kefarmasian untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mahasiswa mempelajari proses identifikasi dan analisis permasalahan kesehatan berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam bidang kefarmasian sebagai dasar penyusunan program promosi kesehatan. Selanjutnya mahasiswa dilatih menyusun rancangan, melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dengan memanfaatkan metode komunikasi yang tepat dan perkembangan teknologi, serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga mengembangkan sikap profesionalisme yang meliputi tanggung jawab, integritas, komunikasi efektif, dan kerja sama tim dalam praktik kefarmasian.

Gambar kursus PKPA INDUSTRI ANGKATAN 2
Angkatan 2

Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Industri Farmasi merupakan mata kuliah yang memberikan pengalaman pembelajaran kepada mahasiswa mengenai peran dan tanggung jawab apoteker dalam sistem industri farmasi. Mata kuliah ini membahas organisasi dan tata kelola industri, personalia dan struktur organisasi, serta etika dan komunikasi di lingkungan kerja. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan fasilitas dan sarana penunjang industri farmasi, meliputi bangunan dan tata letak ruangan, sistem pengolahan air, sistem tata kelola udara (HVAC/AHU), pengolahan limbah, serta penerapan prinsip green pharmacy. Mata kuliah ini juga mencakup perencanaan dan manajemen produksi, manajemen gudang, serta pengelolaan bahan baku dan produk jadi. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai regulasi dan peraturan industri farmasi, sistem penjaminan mutu, manajemen risiko mutu, pengawasan mutu, pelulusan produk, serta penanganan penyimpangan, keluhan, penarikan kembali, dan pemusnahan produk. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan prinsip profesionalisme, etika, dan mutu dalam praktik kefarmasian di industri farmasi.

Gambar kursus PKPA Rumah Sakit Angkt. II
Angkatan 2

Mata kuliah Praktek Kerja Profesi Apoteker di Rumah Sakit merupakan bentuk praktek kerja profesi di rumah sakit terutama pelaksanaan langsung di Instalasi Farmasi Rumah Sakit untuk mengetahui organisasi rumah sakit dan farmasi rumah sakit, perbekalan farmasi, penggunaan obat, produksi di IFRS, CSSD, SIM RS, peran dalam sistem pengendalian pada instalasi farmasi RS, peran – peran fungsional apoteker di RS, promosi kesehatan, infeksi nosokomial, CSSD, pengelolaan limbah.

Gambar kursus PKPA PBF ANGKATAN 2
Angkatan 2

Mata Kuliah PKPA PBF merupakan mata kuliah praktik kefarmasian di pedagang besar farmasi yang mencakup regulasi praktik kefarmasian di PBF, aspek manajemen persediaan obat,  pengelolaan infrastruktur, siklus manajemen obat, komunikasi efektif dan hubungan interprofesional di PBF serta promosi kesehatan sediaan farmasi di PBF

Gambar kursus PKPA PUSKESMAS ANGKATAN 2
Angkatan 2

PKPA Puskesmas ini merupakan mata kuliah praktik kefarmasian di komunitas (Puskesmas) oleh mahasiswa PSPA untuk menerapkan ilmu kefarmasian dengan menjalankan praktek/kegiatan kefarmasian berdasar standar praktek kefarmasian, perundang-udangan yang berlaku dan etika profesi farmasi; praktek layanan farmasi klinis dengan berbasis EBM dan didukung dengan  pendekatan pharmaucetical care, praktek pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai; dan juga kemampuan berorganisasi, berkomunikasi dan berinteraksi dengan pasien serta profesional tenaga kesehatan lain.

Gambar kursus Farmasi Sains Industri
Angkatan 2

Mata kuliah ini membekali mahasiswa profesi apoteker dengan kemampuan mengevaluasi permasalahan dan merumuskan tindakan korektif-preventif (CAPA) berdasarkan data ilmiah serta regulasi industri. Mahasiswa akan dilatih untuk menganalisis masalah pada tahap produksi dan pengawasan mutu sediaan farmasi. Selain itu, mata kuliah ini juga menekankan penerapan ilmu kefarmasian dalam pengembangan produk, produksi, dan penjaminan mutu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan isu-isu global yang relevan.

Gambar kursus Pelayanan Farmasi Klinis dan Komunitas
Angkatan 2

Mata kuliah Pelayanan Farmasi Klinis dan Komunitasi membekali mahasiswa profesi apoteker dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam memberikan pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit (farmasi klinis) maupun di apotek dan puskesmas (farmasi komunitas). Cakupan materi meliputi konsep pelayanan farmasi berorientasi pasien, proses pengkajian resep, konseling pasien, pemantauan terapi obat (PTO), manajemen penyakit (disease management), pelayanan informasi obat, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Mahasiswa juga dilatih melakukan pengambilan keputusan klinis berbasis bukti (evidence-based practice), bekerja secara interprofesional dengan tenaga kesehatan lain, dan menerapkan aspek etika, regulasi, serta komunikasi efektif dalam praktik.